KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UNMUH Kendari) secara resmi meluncurkan proyek pembangunan dan peningkatan infrastruktur kampus pada hari Rabu, 9 April 2026. Inisiatif strategis ini merupakan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas fasilitas belajar mengajar, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Teknik Industri yang terus berkembang pesat.
Proyek berbiaya total Rp 85 miliar ini mencakup pembangunan gedung laboratorium terpadu, perpustakaan digital modern, dan fasilitas olahraga bertaraf internasional. Peluncuran proyek disaksikan langsung oleh Rektor UNMUH Kendari, Dekan Fakultas Teknik, para pimpinan universitas, anggota dewan pembina, serta ratusan mahasiswa dan dosen.
Latar Belakang Pembangunan Infrastruktur
Pertumbuhan jumlah mahasiswa di UNMUH Kendari dalam lima tahun terakhir mencapai peningkatan sebesar 156 persen. Fenomena ini mendorong institusi untuk terus berinovasi dalam penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Program Studi Teknik Industri, sebagai salah satu program unggulan universitas, saat ini menampung lebih dari 850 mahasiswa aktif tersebar di berbagai angkatan.
“Peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan ini merupakan kepercayaan yang luar biasa dari masyarakat terhadap kualitas pendidikan kami,” ujar Rektor UNMUH Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Muh. Alwi Rizal, M.Sc., dalam konferensi pers pembukaan proyek konstruksi di halaman kampus utama, Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari.
Meski menunjukkan antusiasme tinggi, kapasitas fasilitas existing dinilai sudah mencapai titik jenuh. Beberapa ruang kelas terpaksa digunakan untuk shift pembelajaran, laboratorium komputer kerap mengalami keterbatasan tempat, dan area terbuka untuk aktivitas kampus terbatas. Analisis mendalam yang dilakukan tim akademik dan infrastruktur universitas selama tahun 2024-2025 mengidentifikasi kebutuhan mendesak akan fasilitas-fasilitas berkualitas tinggi.
“Kami memahami bahwa investasi pada infrastruktur adalah investasi pada masa depan mahasiswa kami,” tambah Prof. Alwi Rizal.
Rincian Proyek Pembangunan
Proyek pembangunan infrastruktur UNMUH Kendari dibagi menjadi tiga fase utama dengan timeline yang telah disusun secara komprehensif. Fase pertama, yang direncanakan berlangsung selama 14 bulan (April 2026 – Juni 2027), difokuskan pada pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Teknik Industri dengan luas bangunan mencapai 3.200 meter persegi.
Gedung laboratorium ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern termasuk Laboratorium Ergonomi dan Faktor Manusia, Laboratorium Sistem Informasi Manufaktur, Laboratorium Perancangan Produk dan Simulasi, serta Laboratorium Manajemen Operasional. Setiap laboratorium dirancang dengan standar internasional dan dilengkapi peralatan teknologi terkini senilai lebih dari Rp 12 miliar.
“Laboratorium-laboratorium ini akan memungkinkan mahasiswa kami melakukan praktik yang lebih dekat dengan kondisi industri nyata. Kami berkolaborasi dengan beberapa perusahaan industri di Sulawesi Tenggara untuk memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri,” jelas Dekan Fakultas Teknik UNMUH Kendari, Dr. Ir. Samsul Bahri, M.T., dalam sesi presentasi teknis proyek.
Fase kedua (Juli 2027 – Desember 2027) akan menghadirkan Perpustakaan Digital Modern dengan kapasitas 500 pengunjung per hari. Fasilitas ini akan menampilkan koleksi fisik lebih dari 50 ribu judul buku, akses database e-journal internasional, dan ruang baca interaktif dengan teknologi augmented reality untuk pengalaman belajar yang immersive. Investasi untuk perpustakaan digital ini mencapai Rp 18 miliar.
“Perpustakaan bukan sekadar tempat penyimpanan buku. Kami ingin menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan riset dan literasi digital mereka,” ujar Kepala Perpustakaan UNMUH Kendari, Dra. Nur Ismail, M.I.Kom.
Fase ketiga (Januari 2028 – Mei 2028) melibatkan pembangunan Kompleks Fasilitas Olahraga dan Rekreasi yang akan mencakup lapangan futsal indoor berstandar FIFA, lapangan basket, fasilitas gym modern, dan ruang multi-fungsi untuk kegiatan mahasiswa. Total investasi untuk fase ini adalah Rp 28 miliar.
Dengan investasi gabungan dari ketiga fase sebesar Rp 85 miliar, universitas juga mengalokasikan Rp 7 miliar untuk biaya-biaya contingency dan penyesuaian teknis di lapangan.
Narasi Pejabat dan Stakeholder Kampus
Dalam acara peluncuran proyek, berbagai pejabat kampus mengungkapkan optimisme atas rencana pembangunan ini. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. H. Amir Mahmud, S.H., M.Hum., mengatakan bahwa peningkatan infrastruktur ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan berkelas dunia di kawasan Asia Tenggara.
“Fasilitas yang lebih baik akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi mahasiswa dan dosen. Kami yakin ini akan berdampak positif pada peningkatan prestasi akademik dan penelitian,” ujar Amir Mahmud.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Industri, Ir. Yohannes Pranoto, Ph.D., menekankan pentingnya laboratorium yang dilengkapi teknologi terkini dalam konteks transformasi digital industri manufaktur Indonesia.
“Mahasiswa Teknik Industri kami akan menjadi pemimpin dalam transformasi digital perusahaan-perusahaan manufaktur di Indonesia. Oleh karena itu, mereka perlu dilatih menggunakan tools dan teknologi yang relevan dengan industri 4.0. Laboratorium baru kami dirancang dengan visi ini,” jelasnya dengan antusias.
Ketua Dewan Pembina UNMUH Kendari, H. Muhammad Ridho, juga memberikan pernyataan dukungan terhadap inisiatif pembangunan ini. “Sebagai alumni UNMUH Kendari, saya bangga melihat universitas ini terus berkembang. Investasi pada infrastruktur adalah bukti komitmen kami untuk memberikan pendidikan terbaik kepada generasi muda Indonesia,” ujar Ridho dalam pidatonya.
Dampak dan Harapan Jangka Panjang
Direktur Pengembangan Kampus UNMUH Kendari, Ir. Bambang Supriyanto, M.Eng., menjelaskan bahwa dampak dari proyek ini diharapkan akan terasa dalam berbagai aspek. Pertama, dari sisi akademik, fasilitas yang lebih baik akan meningkatkan kualitas pembelajaran praktis mahasiswa. Kedua, dari sisi penelitian, laboratorium modern akan membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam dan relevan dengan isu-isu industri.
“Kami menargetkan peningkatan jumlah publikasi penelitian dosen dan mahasiswa sebesar 40 persen dalam tiga tahun ke depan. Fasilitas laboratorium yang memadai adalah salah satu kunci untuk mencapai target ini,” ungkap Bambang Supriyanto.
Ketiga, dari sisi pengalaman mahasiswa, fasilitas olahraga dan rekreasi yang lebih baik akan mendukung pengembangan karakter dan kesehatan fisik mahasiswa. “Pendidikan di universitas bukan hanya tentang aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan soft skills. Fasilitas olahraga dan rekreasi yang lengkap akan mendukung hal ini,” tambahnya.
Dampak ekonomi lokal juga tidak dapat diabaikan. Selama proses konstruksi, proyek ini diperkirakan akan membuka lapangan kerja sementara untuk lebih dari 200 tenaga kerja. Universitas juga berkomitmen untuk memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal dan material-material yang bersumber dari supplier lokal di Kendari dan sekitarnya.
Kolaborasi dan Kemitraan Strategis
Universitas juga telah menjalin beberapa kemitraan strategis untuk mendukung kesuksesan proyek ini. PT. Semesta Bangunan Kontraktual, perusahaan konstruksi dengan track record pembangunan infrastruktur kampus di berbagai universitas di Indonesia, ditunjuk sebagai kontraktor utama untuk ketiga fase proyek.
Selain itu, UNMUH Kendari telah menjalin kerja sama dengan PT. Krakatau Engineering, perusahaan manufaktur terkemuka di Indonesia, untuk memasok peralatan laboratorium dan memastikan relevansi kurikulum teknik industri dengan kebutuhan industri. “Kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa kami untuk melakukan magang di fasilitas-fasilitas PT. Krakatau Engineering,” jelas Yohannes Pranoto.
Keberlanjutan dan Ramah Lingkungan
Aspek keberlanjutan juga menjadi pertimbangan utama dalam desain infrastruktur baru. Semua gedung yang dibangun akan menerapkan standar green building dengan penghematan energi, penggunaan panel surya untuk sistem penerangan, dan sistem pengelolaan air limbah yang ramah lingkungan.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak hanya memberikan manfaat bagi akademik, tetapi juga untuk keberlanjutan lingkungan. Gedung-gedung baru kami akan menjadi contoh good practice dalam green building di kawasan Sulawesi Tenggara,” ujar Rektor Prof. Alwi Rizal.
Penutup
Peluncuran proyek pembangunan infrastruktur senilai Rp 85 miliar ini menandai babak baru dalam perjalanan UNMUH Kendari menuju institusi pendidikan berkelas internasional. Dengan fasilitas yang lebih modern dan memadai, diharapkan mahasiswa dan dosen dapat berkontribusi lebih maksimal dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rektor UNMUH Kendari mengajak seluruh stakeholder, termasuk mahasiswa, dosen, karyawan, dan masyarakat umum, untuk terus mendukung dan memantau jalannya proyek ini. “Kesuksesan proyek ini adalah tanggung jawab bersama. Kami percaya bahwa dengan dedikasi dan kerja sama yang solid, proyek ini akan selesai tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan,” pungkas Prof. Alwi Rizal.
Dengan target penyelesaian Mei 2028, infrastruktur baru UNMUH Kendari diharapkan dapat mulai dioperasionalkan pada semester ganjil tahun akademik 2028/2029, memberikan pengalaman belajar yang lebih berkualitas bagi ribuan mahasiswa di tahun-tahun mendatang.