KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari bersama berbagai organisasi mahasiswa Program Studi Teknik Industri menggelar peluncuran program “Industri Ready Generation 2026” pada Sabtu, 19 April 2026, di Auditorium Teknik Industri Kampus Unismuh Kendari. Acara yang dihadiri lebih dari 200 peserta ini menandai komitmen nyata untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Latar Belakang: Kebutuhan Akan Soft Skills di Era Industri 4.0
Peluncuran program ini tidak datang tanpa konteks. Dalam beberapa tahun terakhir, gap antara kompetensi mahasiswa lulusan universitas dengan kebutuhan industri menjadi masalah akut di Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat bahwa sekitar 60 persen pengangguran terdidik disebabkan oleh ketidaksesuaian skill dengan tuntutan pasar kerja. Khususnya untuk lulusan Teknik Industri, industri manufaktur, logistik, dan jasa di Sulawesi Tenggara membutuhkan talenta yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki soft skills komprehensif.
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, merasa perlu mengambil inisiatif proaktif. Program Studi Teknik Industri, yang merupakan salah satu keunggulan Universitas Muhammadiyah Kendari, menjadi pionir dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran yang holistik. Kolaborasi antara BEM, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Lembaga Pengembangan Seni dan Budaya (LPSB), serta Biro Pers dan Informasi menjadi kunci kesuksesan inisiatif ini.
Program “Industri Ready Generation 2026”: Empat Pilar Utama
Menurut ketua panitia peluncuran, Miftahul Jannah, mahasiswa semester enam Teknik Industri, program ini dirancang dengan empat pilar utama yang saling terintegrasi. “Kami tidak ingin lulusan Teknik Industri Unismuh Kendari hanya mahir dalam teori optimisasi proses atau manajemen rantai pasokan, tetapi juga mampu berkomunikasi efektif, berpikir kritis, memimpin tim, dan beradaptasi dengan perubahan,” ujar Jannah dalam sambutan pembukaan.
Pilar pertama adalah Communication and Presentation Skills, yang mencakup pelatihan public speaking, presentasi bisnis, negosiasi, dan komunikasi lintas budaya. Pilar kedua adalah Leadership and Team Management, dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan, manajemen konflik, pemberdayaan tim, dan pengambilan keputusan strategis. Pilar ketiga adalah Critical Thinking and Problem Solving, yang melatih mahasiswa untuk berpikir analitis, kreatif, dan sistemik dalam menghadapi tantangan industri nyata. Pilar keempat adalah Digital Literacy and Innovation, mengingat transformasi digital adalah realitas industri saat ini.
Setiap pilar akan dilaksanakan melalui kombinasi workshop, seminar industri, mentoring dengan praktisi, kompetisi, dan proyek kolaboratif dengan industri lokal. Program ini dijadwalkan berjalan sepanjang tahun akademik 2025-2026 dengan target melibatkan minimal 500 mahasiswa dari berbagai tingkat.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Universitas
Dr. Ir. Purnomo Santoso, M.Sc., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari, hadir dalam acara peluncuran dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif organisasi mahasiswa. “Saya sangat apresiasi dengan keberanian dan visi BEM serta organisasi mahasiswa Teknik Industri untuk mengambil langkah ini. Ini bukan hanya tentang akademik, tetapi tentang membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa yang relevan dengan industri 4.0,” ujar Purnomo dalam kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, Purnomo menambahkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari akan memberikan dukungan infrastruktur dan fasilitasi koneksi dengan industri mitra. “Kami memiliki jaringan dengan berbagai perusahaan di sektor manufaktur, logistik, dan jasa di Kendari, Sulawesi Tenggara, bahkan hingga ke tingkat nasional. Jaringan ini akan kami buka sepenuhnya untuk mendukung program ini,” paparnya.
Senada dengan Dekan, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Bambang Suryanto, M.M., dalam sambutannya melalui pesan video yang diputarkan saat peluncuran, menekankan bahwa program seperti ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan bermartabat, kompetitif, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Keterlibatan Industri dan Akademisi
Salah satu aspek penting dari program “Industri Ready Generation 2026” adalah keterlibatan aktif para stakeholder industri. Dalam acara peluncuran, hadir sebagai pembicara utama Rudi Haryanto, Direktur Operasional PT. Sentosa Logistik Indonesia, perusahaan logistik terkemuka di Sulawesi Tenggara. Rudi berbagi pengalaman nyata tentang tantangan yang dihadapi industri logistik dalam mencari talenta berkualitas.
“Setiap tahun kami merekrut puluhan lulusan universitas. Namun, yang kami temukan adalah bahwa mayoritas mereka menguasai konsep, tetapi kurang dalam hal soft skills. Mereka sulit berkomunikasi dengan klien, kurang mampu berpikir out of the box untuk memecahkan masalah operasional, dan sering kali tidak siap bekerja dalam tim yang dinamis. Program seperti ini, jika dilaksanakan dengan konsisten dan berkualitas, akan menjadi game-changer bagi alumni Unismuh Kendari,” ungkap Rudi yang menerima sambutan meriah dari peserta.
Selain itu, hadir juga Dr. Suwandi, M.T., dosen senior Teknik Industri Unismuh Kendari yang juga merupakan konsultan industri berpengalaman. Menurut Suwandi, kolaborasi antara universitas, mahasiswa, dan industri adalah penting. “Mahasiswa adalah aset berharga. Dengan memberi mereka kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi industri, mengerjakan proyek nyata, dan mendapat feedback langsung, mereka akan tumbuh lebih cepat dan lebih percaya diri memasuki dunia kerja,” katanya.
Respons Positif dari Mahasiswa dan Organisasi
Respons dari mahasiswa luar biasa positif. Sejumlah peserta yang diwawancara mengungkapkan antusiasme mereka terhadap program ini. Aisyah Nur Fadilah, mahasiswa semester empat Teknik Industri, mengatakan bahwa dia merasa khawatir akan kesiapannya setelah lulus. “Program ini datang di waktu yang tepat. Saya ingin tidak hanya memahami teori, tetapi juga tahu bagaimana menerapkannya di dunia nyata dan berkomunikasi dengan baik dengan kolega dan atasan di masa depan,” ujarnya dengan antusias.
Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, Fajar Pratama, semester tujuh Teknik Mesin, dalam kesempatan lain mengungkapkan bahwa program ini adalah hasil dari dengar pendapat ekstensif dengan mahasiswa. “Kami mengadakan survei di seluruh program studi, mengadakan focus group discussion, dan bertemu dengan alumni yang sudah bekerja. Dari semua input itu, kami menemukan bahwa soft skills adalah kebutuhan yang paling mendesak. BEM berkomitmen untuk memfasilitasi dan mendukung sepenuhnya program ini, bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai peserta aktif,” terang Fajar.
Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Kartika Wijaya, semester enam, menambahkan bahwa HMTI akan memainkan peran penting dalam implementasi. “HMTI tidak hanya organisasi akademik, tetapi juga advocacy body untuk kepentingan mahasiswa Teknik Industri. Program ini adalah manifestasi dari peran kami tersebut. Kami akan memastikan bahwa setiap mahasiswa mendapat kesempatan yang sama untuk mengikuti program, dari junior hingga senior,” paparnya.
Metodologi dan Timeline Implementasi
Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa mekanisme. Pertama, workshop bulanan yang akan menghadirkan pembicara dari industri dan akademisi. Workshop bulan pertama (Mei 2026) akan fokus pada communication skills dengan pembicara dari lembaga pelatihan komunikasi profesional. Kedua, mentoring program yang akan menghubungkan mahasiswa dengan praktisi industri secara berkelanjutan selama minimal enam bulan.
Ketiga, kompetisi tahunan yang akan melibatkan mahasiswa dalam solving real-world problems dari industri lokal. Kompetisi ini dibuka untuk semua mahasiswa Teknik Industri dan akan dilaksanakan dalam dua kategori: case competition dan innovation challenge. Keempat, field trip dan industrial exposure ke berbagai perusahaan di Kendari dan sekitarnya untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang realitas industri.
Kelima, peer-learning sessions di mana mahasiswa senior yang sudah memiliki pengalaman akan berbagi pengetahuan dengan junior. Kelima, integration dengan kurikulum akademik sehingga learning outcomes dari program soft skills ini tercermin dalam nilai dan prestasi akademik mahasiswa.
Dampak yang Diharapkan
Dampak jangka pendek dari program ini adalah peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan mahasiswa. Jangka menengah, diharapkan lulusan Teknik Industri Unismuh Kendari akan semakin diminati oleh industri dan memiliki tingkat penempatan kerja yang lebih tinggi. Jangka panjang, program ini diharapkan menjadi model yang dapat diadopsi oleh program studi lain di Universitas Muhammadiyah Kendari dan menjadi benchmark bagi universitas lain di Sulawesi Tenggara.
Selain itu, kolaborasi yang terbangun antara universitas dan industri diharapkan dapat menciptakan ekosistem inovasi yang lebih kuat di Kendari. “Jika mahasiswa kami memiliki soft skills yang baik, mereka tidak hanya akan menjadi karyawan yang baik, tetapi juga calon entrepreneur yang potensial. Dengan demikian, mereka bisa berkontribusi lebih luas untuk pembangunan ekonomi lokal,” jelas Prof. Bambang dalam visinya.
Penutup
Peluncuran program “Industri Ready Generation 2026” pada 19 April 2026 lalu merupakan milestone penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Teknik Industri. Inisiatif yang lahir dari kolaborasi sinergis antara BEM, organisasi mahasiswa, pimpinan universitas, dan dukungan industri ini menunjukkan komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan.
Dalam era di mana kompetisi global semakin ketat dan transformasi industri semakin cepat, inisiatif seperti ini menjadi semakin penting. Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa kampus tidak hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat pembentukan karakter, kompetensi, dan relevansi dengan kebutuhan zaman.
Ke depan, keberhasilan program ini akan diukur dari peningkatan kualitas lulusan, kepuasan industri, dan kontribusi alumni terhadap pembangunan. Namun, dari antusiasme yang terlihat dalam acara peluncuran, dan komitmen yang ditunjukkan oleh berbagai stakeholder, terdapat harapan besar bahwa program ini akan menjadi kisah sukses yang inspiratif bagi institusi pendidikan lainnya di Indonesia.
[Akhir Artikel]