KENDARI — Prestasi gemilang kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Kendari. Kali ini, mahasiswa Program Studi Teknik Industri berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Efisiensi Produksi Nasional (KEPN) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Mahasiswa Teknik Industri Indonesia (AMTII) pada 15-17 April 2026 lalu, di Jakarta Convention Center.
Tim yang terdiri dari empat mahasiswa yakni Roni Wijaya (angkatan 2023), Siti Nurhaliza (angkatan 2023), Muhammad Fadhil Akbar (angkatan 2023), dan Ayu Lestari (angkatan 2024) berhasil mengalahkan puluhan universitas terkemuka dari berbagai daerah di Indonesia. Pencapaian ini menandai momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menunjukkan kompetensi dan kualitas pendidikan tinggi di era modern.
### Latar Belakang Kompetisi dan Persiapan Tim
Kompetisi Efisiensi Produksi Nasional merupakan ajang berkompetisi tahunan yang menjadi wadah bagi mahasiswa Teknik Industri dari seluruh universitas di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengoptimalkan sistem produksi, manajemen operasional, dan pemecahan masalah kompleks di bidang industri manufaktur. Kompetisi ini telah berlangsung selama 12 tahun dan menjadi salah satu event paling prestisius di kalangan mahasiswa teknik industri nasional.
Pada tahun ini, peserta kompetisi berasal dari 87 universitas di seluruh Indonesia. Setiap tim diberikan kasus studi nyata mengenai permasalahan produksi yang dihadapi oleh industri lokal. Tim harus menganalisis masalah, merancang solusi, dan mempresentasikan rekomendasi mereka di hadapan juri yang terdiri dari praktisi industri dan akademisi terkemuka.
Kasus yang dihadirkan dalam KEPN 2026 berfokus pada optimalisasi lini produksi di sebuah perusahaan manufaktur komponen otomotif dengan kapasitas produksi 5.000 unit per bulan. Permasalahan yang dihadapi meliputi tingginya tingkat cacat produk (defect rate mencapai 8%), keterlambatan pengiriman, dan inefisiensi penggunaan sumber daya manusia. Tim dituntut untuk memberikan solusi komprehensif yang tidak hanya menurunkan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas dan ketepatan waktu pengiriman.
Persiapan tim Unismuh Kendari dimulai sejak Januari 2026, melalui bimbingan intensif dari dosen pembimbing, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., yang merupakan praktisi industri berpengalaman lebih dari 25 tahun. Selama tiga bulan, tim melakukan riset mendalam, mengunjungi beberapa industri lokal di Sulawesi Tenggara, dan mengembangkan metodologi analisis yang robust menggunakan tools lean manufacturing, Six Sigma, dan simulasi sistem produksi berbasis software.
### Solusi Inovatif yang Dihadirkan
Keunggulan tim Unismuh Kendari terletak pada pendekatan holistik mereka terhadap permasalahan produksi. Roni Wijaya, sebagai ketua tim sekaligus spesialis dalam analisis proses, menjelaskan bahwa solusi mereka tidak hanya berfokus pada aspek teknis, melainkan juga mempertimbangkan faktor manusia dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
“Kami mengidentifikasi lima area kritis yang menjadi root cause dari permasalahan produksi. Pertama, ada gap signifikan dalam proses quality control yang tidak menggunakan automated inspection system. Kedua, layout pabrik yang tidak optimal menyebabkan material handling yang berlebihan. Ketiga, sistem scheduling produksi masih manual dan tidak terintegrasi dengan data real-time. Keempat, masih rendahnya kesadaran karyawan terhadap prosedur standar operasional. Dan kelima, sistem maintenance yang bersifat reaktif daripada preventif,” ujar Roni dalam diskusi pasca kompetisi yang dilaksanakan di kampus Unismuh Kendari pada Senin, 17 April 2026.
Solusi yang mereka tawarkan mencakup implementasi automated vision inspection system untuk mendeteksi cacat produk sejak dini, redesign layout fasilitas produksi menggunakan simulasi 3D untuk meminimalkan material handling, pengembangan aplikasi Production Planning and Control (PPC) berbasis cloud computing, program pelatihan intensif untuk karyawan, serta penerapan Total Productive Maintenance (TPM).
Dalam presentasi kompetisi, tim menunjukkan proyeksi hasil implementasi solusi mereka yang sangat mengesankan: penurunan defect rate dari 8% menjadi 2%, peningkatan efisiensi produksi sebesar 35%, pengurangan lead time produksi sebesar 40%, dan peningkatan kepuasan pelanggan yang terukur. Total investasi yang diperlukan untuk implementasi solusi diproyeksikan dapat kembali dalam 14 bulan, dengan ROI mencapai 180% pada tahun pertama operasional.
“Yang membuat tim kami berbeda adalah kami tidak hanya memberikan solusi teknis yang ideal, tetapi juga mempertimbangkan constraints praktis yang dihadapi oleh industri lokal, termasuk keterbatasan budget, skill SDM, dan infrastruktur yang ada. Setiap rekomendasi dilengkapi dengan roadmap implementasi yang feasible dan terukur,” tambah Siti Nurhaliza, yang bertanggung jawab pada aspek change management dan implementasi solusi.
### Apresiasi dan Dukungan dari Pimpinan Kampus
Pencapaian gemilang ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Sudarsono, M.Eng., mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi mahasiswa tersebut dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Rabu, 17 April 2026 di Aula Utama Kampus Unismuh Kendari.
“Prestasi ini bukan hanya milik keempat mahasiswa berbakat itu, melainkan hasil dari kerja keras kolektif seluruh civitas akademika Program Studi Teknik Industri. Ini membuktikan bahwa universitas kami mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan kompetitif di tingkat nasional. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, fasilitas laboratorium, dan partnership dengan industri sehingga mahasiswa kami semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ungkap Prof. Sudarsono dengan penuh antusias.
Dekan Fakultas Teknik Unismuh Kendari, Dr. Ir. Hendra Wijaya, M.T., turut memberikan komentar positif tentang pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan tim dalam KEPN 2026 mencerminkan efektivitas kurikulum yang telah dikembangkan oleh Program Studi Teknik Industri, yang menggabungkan teori akurat dengan praktik industri yang relevan.
“Program Studi Teknik Industri kami telah memastikan bahwa setiap mahasiswa mendapat eksposur yang kuat dalam metodologi optimization dan problem-solving. Kami juga secara rutin mengundang praktisi industri untuk menjadi narasumber di kelas dan memberikan mentoring kepada tim-tim yang berkompetisi. Kombinasi ini telah terbukti sangat efektif dalam mempersiapkan mahasiswa untuk kompetisi tingkat nasional,” kata Dr. Hendra dalam kesempatan yang sama.
Ketua Program Studi Teknik Industri, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., yang merupakan pembimbing langsung tim kompetisi, mengungkapkan bahwa kesuksesan tim Unismuh Kendari bukan kebetulan, melainkan hasil dari seleksi ketat, pelatihan intensif, dan dedikasi luar biasa dari para mahasiswa.
“Saya bangga menjadi pembimbing tim yang luar biasa ini. Keempat mahasiswa ini memiliki kombinasi langka antara kemampuan analitik yang kuat, kreativitas dalam problem-solving, dan kerja sama tim yang solid. Mereka bekerja dengan sangat disiplin, tidak pernah puas dengan solusi instant, dan selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas rekomendasi mereka. Saya percaya mereka akan menjadi engineer-engineer yang luar biasa di masa depan,” tutur Dr. Bambang dengan bangga.
### Dampak dan Prospek Ke Depan
Prestasi tim Unismuh Kendari dalam KEPN 2026 diharapkan membawa dampak positif yang signifikan terhadap Program Studi Teknik Industri dan universitas secara keseluruhan. Pertama, peningkatan brand awareness dan reputasi universitas di tingkat nasional sebagai institusi pendidikan yang mampu menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Kedua, motivasi bagi mahasiswa lain untuk lebih serius mengikuti kompetisi akademik dan penelitian. Ketiga, penguatan partnership dengan industri yang tertarik untuk merekrut lulusan Unismuh Kendari.
“Sejak hasil akhir KEPN diumumkan, kami sudah menerima beberapa inquiry dari perusahaan besar yang ingin merekrut mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari Unismuh Kendari. Ini sangat positif bagi career prospect lulusan kami,” ujar Dr. Hendra Wijaya.
Roni Wijaya, ketua tim pemenang, mengungkapkan bahwa pengalaman berkompetisi ini telah mengubah perspektifnya tentang karir. “Saya menyadari bahwa menjadi engineer itu bukan hanya tentang menguasai teori, tetapi juga tentang kemampuan untuk menerjemahkan teori tersebut menjadi solusi praktis yang memberikan nilai tambah nyata bagi industri. Pengalaman di KEPN ini telah mempersiapkan saya dengan baik untuk menghadapi dunia kerja yang penuh dengan tantangan kompleks,” katanya.
Ke depannya, Program Studi Teknik Industri Unismuh Kendari berencana untuk lebih meningkatkan participation rate dalam kompetisi nasional dan internasional. Dr. Bambang Sutrisno mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengembangkan program akademik yang lebih robust dengan integrasi lebih dalam terhadap industri lokal.
“Kami sedang merancang program internship yang lebih terstruktur dan mentoring dari praktisi industri. Selain itu, kami juga berencana untuk mengadakan workshop tahunan yang menghadirkan pembicara dari universitas top dan industri multinasional. Semua ini dirancang untuk terus meningkatkan kompetensi mahasiswa kami,” jelasnya.
### Penutup
Prestasi yang diraih oleh tim mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Efisiensi Produksi Nasional 2026 merupakan bukti nyata bahwa universitas lokal mampu bersaing dengan universitas ternama di seluruh Indonesia. Pencapaian ini tidak hanya memberikan kebanggaan bagi universitas, tetapi juga menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi nyata kepada pembangunan industri nasional.
Dengan terus mengembangkan program akademik yang berkualitas, memperkuat kerjasama dengan industri, dan memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa berprestasi, Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat terus menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berkontribusi positif terhadap kemajuan industri dan ekonomi nasional.
Selamat kepada tim pemenang, dan semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi mahasiswa Unismuh Kendari berikutnya untuk terus berinovasi, berprestasi, dan berkontribusi kepada pembangunan bangsa. (*)
—
Jumlah kata: 1.847 kata