KENDARI – Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKD) menggelar rangkaian kegiatan akademik yang komprehensif pada Senin, 7 April 2026. Dalam satu hari penuh, prodi ini menyelenggarakan sebuah seminar, webinar, dan kuliah umum dengan menghadirkan narasumber berkualitas dari industri manufaktur, konsultan bisnis, serta akademisi berpengalaman di bidang teknik industri dan optimalisasi produksi.
Kegiatan tri-forum akademik ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, dan praktisi industri dari berbagai perusahaan di Sulawesi Tenggara. Penyelenggaraan kegiatan secara simultan menunjukkan komitmen Prodi Teknik Industri UMKD untuk memberikan pengalaman belajar yang beragam dan relevan dengan kebutuhan industri modern. Rangkaian acara dimulai pukul 08.00 pagi dengan seminar utama yang berlangsung hingga sore hari.
Latar Belakang Penyelenggaraan
Program Studi Teknik Industri UMKD adalah salah satu program akademik unggulan di Universitas Muhammadiyah Kendari yang telah berdiri sejak 2015. Hingga saat ini, prodi telah meluluskan lebih dari 800 mahasiswa yang tersebar di berbagai industri di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan daerah lainnya di Indonesia. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan relevansi kurikulum dengan industri, Program Studi Teknik Industri secara rutin mengadakan kegiatan engagement dengan profesional industri.
Penyelenggaraan forum akademik pada 7 April 2026 ini merupakan bagian dari agenda tahunan yang dirancang untuk memperkuat bridging antara akademisi dan dunia kerja. Bertempat di Gedung Rektorat dan Ruang Perkuliahan Blok D UMKD di Jalan Sultan Hasanuddin Kendari, kegiatan ini memiliki tujuan spesifik untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang tren industri terkini, metodologi optimalisasi proses produksi, serta peluang karir di sektor manufaktur dan layanan.
Dr. Ir. Andi Suryanto, M.Eng., Dekan Fakultas Teknik UMKD, menjelaskan alasan penyelenggaraan kegiatan yang padat ini. “Kami percaya bahwa mahasiswa teknik industri tidak hanya perlu menguasai teori, tetapi juga memahami aplikasi praktis di lapangan. Dengan menghadirkan praktisi industri, konsultan, dan akademisi terkemuka, kami ingin memberikan perspektif holistik tentang peran teknik industri dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan,” ujarnya pada saat pembukaan acara.
Pelaksanaan Seminar Utama
Seminar utama dengan tema “Optimalisasi Proses Manufaktur di Era Industri 4.0: Strategi Kompetitif untuk UMKM dan Industri Besar” dibuka secara resmi pada pukul 08.30 pagi. Pembicara utama seminar adalah Ir. Bambang Hartono, M.Sc., seorang konsultan industri berpengalaman 25 tahun yang pernah bekerja di berbagai perusahaan multinasional di bidang manufaktur dan supply chain management.
Dalam presentasinya yang berlangsung selama 90 menit, Hartono mengupas mendalam tentang implementasi lean manufacturing, konsep just-in-time production, dan penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dalam mengoptimalkan proses produksi. Lebih spesifik, beliau memberikan studi kasus dari sebuah pabrik minyak kelapa sawit di Sulawesi yang berhasil mengurangi waste hingga 35 persen dalam waktu 18 bulan setelah menerapkan metodologi teknik industri.
“Kesalahan banyak perusahaan adalah menganggap teknik industri hanya sebagai cost-cutting tool. Padahal, teknik industri adalah ilmu yang membantu kita memahami sistem secara menyeluruh. Dengan pendekatan yang tepat, kita bisa meningkatkan kualitas produk, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan pada akhirnya meningkatkan profitabilitas perusahaan,” terang Hartono dalam sesi tanya jawab.
Peserta seminar yang hadir tidak hanya dari kalangan mahasiswa, tetapi juga dari praktisi industri lokal seperti PT Sumber Sejahtera Steel, PT Abdi Sentosa Logistik, dan beberapa perusahaan UMKM dari sektor kelautan dan pertanian. Interaksi antara akademisi dan praktisi ini menciptakan diskusi yang hidup dan memberikan nilai tambah bagi semua peserta.
Doni Hermawan, seorang manajer produksi dari PT Sumber Sejahtera Steel, memberikan apresiasi atas kegiatan ini. “Seminar seperti ini sangat bermanfaat karena kami bisa berbagi pengalaman langsung tentang tantangan di lapangan. Di saat yang sama, kami juga mendapat insight baru dari teori-teori dan best practices yang disampaikan para pembicara,” katanya.
Webinar Parallel Sessions
Seiring dengan berlangsungnya seminar utama, Program Studi Teknik Industri juga menyelenggarakan tiga webinar parallel sessions yang membahas topik spesifik. Sesi pertama dengan judul “Lean Six Sigma: Tools untuk Peningkatan Kualitas dan Efisiensi” dipandu oleh Dr. Eka Prasetya, M.T., seorang akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang memiliki sertifikasi Black Belt Six Sigma.
Dalam sesi ini, peserta yang didominasi oleh mahasiswa tingkat akhir diajarkan tentang metodologi Define-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC) yang merupakan fondasi dari Six Sigma. Prasetya juga berbagi tentang pengalaman beliau melakukan konsultasi di berbagai perusahaan di Jawa Timur, termasuk tantangan implementasi dan cara mengatasinya.
Webinar kedua dengan tema “Supply Chain Management dan Logistics Optimization” dipimpin oleh Hendra Kusuma, S.T., M.B.A., seorang praktisi logistics yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia. Webinar ini membahas tentang pengelolaan rantai pasokan dalam konteks globalisasi dan bagaimana teknik industri dapat berkontribusi dalam mengoptimalkan flow material dari supplier hingga ke tangan konsumen.
Sesi ketiga berfokus pada “Ergonomi dan Kesehatan Kerja: Perspektif Teknik Industri” yang dipandu oleh Nur Azmina, S.T., Ph.D., seorang dosen dari Universitas Hasanuddin Makassar. Dalam webinar ini, pembahasan mencakup perancangan workstation yang ergonomis, analisis postur kerja menggunakan RULA dan OWAS, serta implementasi program kesehatan dan keselamatan kerja yang berkelanjutan.
Setiap sesi webinar diikuti oleh 50-70 peserta yang dapat berinteraksi langsung dengan pembicara melalui fitur live chat. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme akademisi muda terhadap topik-topik spesifik dalam teknik industri.
Kuliah Umum dan Sharing Karir
Sebagai penutup rangkaian kegiatan pada sore hari, Program Studi Teknik Industri UMKD menyelenggarakan kuliah umum dengan pembicara Dr. Ir. Muhammad Yusuf, M.Eng., yang merupakan alumnus UMKD angkatan 2008 dan saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Continuous Improvement di sebuah perusahaan manufaktur terkemuka di Bandung.
Dalam kuliahnya yang berjudul “Dari Bangku Kuliah ke Karir Global: Perjalanan Seorang Teknik Industri”, Yusuf menceritakan tentang perjalanan karirnya yang dimulai dari lulusan UMKD, melanjutkan pendidikan S2 ke Jerman, dan akhirnya membangun karir di berbagai perusahaan multinasional. Beliau menekankan pentingnya soft skills, networking, dan continuous learning dalam membangun karir yang sukses.
“Ketika saya lulus dari UMKD, saya hanya memiliki pengetahuan teknis yang cukup baik. Namun, saya menyadari bahwa untuk naik level karir, saya perlu mengembangkan skill komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Oleh karena itu, saya terus mengikuti training, sertifikasi, dan networking di industri,” papar Yusuf dengan penuh semangat.
Kuliah umum ini juga menjadi platform sharing peluang karir. Beberapa perusahaan yang hadir di acara ini, seperti PT Sumber Sejahtera Steel dan PT Abdi Sentosa Logistik, mengumumkan pembukaan lowongan pekerjaan untuk fresh graduate teknik industri. Hal ini membuat acara semakin relevan dan memberikan nilai praktis langsung bagi mahasiswa yang sedang mencari kesempatan kerja.
Dampak dan Harapan ke Depan
Penyelenggaraan tri-forum akademik ini diharapkan memiliki dampak jangka panjang bagi pengembangan Program Studi Teknik Industri UMKD. Pertama, acara ini memperkuat positioning prodi sebagai penyedia lulusan berkualitas yang siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri. Kedua, kegiatan ini membuka peluang kerjasama lebih lanjut antara UMKD dengan industri, baik dalam bentuk magang, penelitian bersama, maupun pengembangan kurikulum.
Mahasiswa Teknik Industri angkatan 2023, Siti Nurhaliza, mengungkapkan kepuasannya terhadap acara ini. “Saya mendapat banyak insight dari seminar dan webinar. Pembicara-pembicara ini berbagi pengalaman nyata yang tidak akan saya dapatkan hanya dari buku atau kelas regular. Saya juga sudah memasukkan CV ke beberapa perusahaan yang hadir,” ujar mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir ini.
Koordinator kegiatan, Ir. Bambang Setiawan, M.T., menyatakan rencana untuk menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan. “Kami akan terus meningkatkan kualitas dan scope kegiatan ini. Ke depannya, kami ingin melibatkan lebih banyak industri, menghadirkan pembicara internasional, dan mungkin menambah komponen workshop praktis yang lebih hands-on,” jelasnya.
Penutup
Rangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum yang digelar Program Studi Teknik Industri UMKD pada 7 April 2026 adalah bukti nyata komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang tidak hanya teoritis tetapi juga praktis dan relevan dengan industri. Dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang – akademisi, konsultan, dan praktisi industri – UMKD memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif kepada mahasiswanya.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa meskipun UMKD berlokasi di Kendari, sebuah kota di Sulawesi Tenggara yang mungkin tidak sebesar Jakarta atau Surabaya, institusi ini tidak tertinggal dalam memberikan exposure kepada mahasiswa tentang tren dan praktik terbaik industri global. Kolaborasi dengan narasumber dari berbagai kota besar Indonesia menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas tidak harus terbatas pada universitas-universitas di pulau Jawa.
Ke depannya, diharapkan bahwa kegiatan akademik seperti ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi trademark Program Studi Teknik Industri UMKD. Lulusan-lulusan yang telah terpapar dengan berbagai perspektif industri diharapkan dapat menjadi profesional yang tidak hanya menguasai teknik industri, tetapi juga memiliki wawasan luas, kemampuan adaptasi tinggi, dan sikap entrepreneurial yang kuat untuk berkontribusi bagi pembangunan industri nasional.
—
[Jumlah kata: 1.847 kata]