KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) telah meluncurkan program komprehensif peningkatan mutu akademik dengan fokus khusus pada Departemen Teknik Industri. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk mencapai status akreditasi internasional pada tahun 2027 mendatang, sekaligus meningkatkan standar pendidikan tinggi di kawasan Indonesia Timur.
Peluncuran program ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 April 2026, melalui serangkaian kegiatan seminar dan workshop yang dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan pendidikan. Program peningkatan mutu akademik ini dirancang dengan melibatkan analisis mendalam terhadap kelemahan dan kekuatan institusi, serta benchmarking terhadap universitas-universitas terkemuka baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami memahami bahwa mutu pendidikan adalah jantung dari setiap institusi pendidikan tinggi. Oleh karena itu, komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari adalah menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berstandar nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” ujar Prof. Dr. Hamid Mustofa, S.T., M.T., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya di auditorium kampus utama di Jalan Sulawesi, Kendari.
Latar Belakang dan Urgensi Program
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang telah berdiri sejak tahun 1981, telah menjadi salah satu institusi pendidikan terpenting di Sulawesi Tenggara. Sebagai universitas swasta dengan orientasi Muhammadiyah, Unismuh Kendari berkomitmen untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, berintelektual, dan berakhlak mulia. Namun, dalam menghadapi persaingan global dan transformasi digital pendidikan, institusi ini menyadari perlunya peningkatan standar mutu secara berkelanjutan.
Departemen Teknik Industri, sebagai salah satu program studi unggulan, telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam hal jumlah mahasiswa dan fasilitas. Akan tetapi, untuk mencapai pengakuan internasional, diperlukan langkah-langkah strategis yang komprehensif dan terukur. Data internal menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pembelajaran mencapai 82 persen, namun masih ada peluang untuk meningkatkannya hingga di atas 90 persen.
Menurut laporan evaluasi diri institusi, beberapa tantangan yang dihadapi meliputi: keterbatasan laboratorium berstandar internasional, kebutuhan pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan industri 4.0, peningkatan publikasi ilmiah dosen, dan penguatan kerjasama dengan institusi pendidikan dan industri global. Analisis komprehensif ini kemudian menjadi fondasi bagi penyusunan program peningkatan mutu yang ambisius namun realistis.
Strategi dan Komponen Program Peningkatan Mutu
Program peningkatan mutu akademik Universitas Muhammadiyah Kendari dirancang dalam empat pilar utama yang saling terintegrasi. Pertama, pengembangan kurikulum berbasis learning outcomes yang diselaraskan dengan standar ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) dan ASEAN University Network (AUN) untuk program Teknik Industri.
Kedua, peningkatan kapasitas dan kompetensi dosen melalui program pengembangan profesional berkelanjutan. Universitas telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung penelitian dosen, publikasi internasional, dan sertifikasi profesional. Target yang ditetapkan adalah 60 persen dosen program Teknik Industri memiliki sertifikasi internasional dan minimal dua publikasi per tahun di jurnal terindeks Scopus atau Web of Science.
Ketiga, modernisasi infrastruktur dan fasilitas akademik, termasuk pembangunan laboratorium baru untuk rekayasa industri, manufaktur digital, dan sistem manajemen terintegrasi. Investasi ini diperkirakan mencapai 8 miliar rupiah dalam dua tahun ke depan, dengan dukungan dari pendanaan universitas dan kerjasama dengan industri mitra.
Keempat, penguatan ekosistem kolaborasi melalui kemitraan strategis dengan universitas terkemuka, organisasi profesional, dan perusahaan industri. Program internship dan magang industri diperkuat dengan target 100 persen mahasiswa semester enam melakukan praktik industri di perusahaan terstandar.
“Kami tidak hanya ingin memiliki akreditasi internasional sebagai sekadar pencapaian administratif. Yang lebih penting adalah bahwa akreditasi internasional ini mencerminkan komitmen nyata kami terhadap kualitas pendidikan, relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, dan pengembangan karakter mahasiswa yang integral,” jelas Dr. Ir. Siti Nurhayati, M.Si., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sesi tanya jawab setelah presentasi roadmap akreditasi internasional.
Fokus pada Program Studi Teknik Industri
Departemen Teknik Industri menjadi pilot project dalam implementasi program peningkatan mutu ini. Program studi yang memiliki sekitar 450 mahasiswa aktif ini telah menunjukkan prospek industri yang sangat baik, mengingat meningkatnya permintaan akan tenaga ahli teknik industri di berbagai sektor di Sulawesi Tenggara.
Kepala Program Studi Teknik Industri, Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.Eng., menjelaskan bahwa strategi peningkatan mutu dimulai dari revisi kurikulum yang lebih komprehensif. “Kurikulum baru kami telah disesuaikan dengan kebutuhan industri 4.0. Kami menambahkan mata kuliah tentang artificial intelligence, data analytics, lean manufacturing, dan sustainable engineering. Konten ini dirancang agar lulusan kami tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menjadi inovator dalam organisasi mereka,” ungkapnya pada Sabtu pagi tersebut.
Selain itu, Bambang juga menekankan pentingnya praktik pembelajaran yang berbasis proyek dan berbasis industri. “Setiap mahasiswa akan mengerjakan minimal dua proyek bersama industri nyata selama studi mereka. Ini bukan hanya tentang pembelajaran teori, tetapi juga tentang mengembangkan problem-solving skills dan professional attitude yang dibutuhkan industri,” tambahnya.
Investasi Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia
Untuk mendukung program peningkatan mutu, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan anggaran signifikan dalam RUPA (Rencana Usulan Pengembangan Akademik) lima tahun ke depan. Infrastruktur yang akan dibangun mencakup tiga laboratorium baru: Laboratorium Advanced Manufacturing, Laboratorium Industrial Systems Simulation, dan Laboratorium Business Process Engineering.
Setiap laboratorium akan dilengkapi dengan peralatan modern dan software berlisensi internasional, seperti CAD/CAM systems, enterprise resource planning (ERP) systems, dan advanced analytics tools. Investasi ini diperkirakan mencapai nilai lebih dari 10 miliar rupiah, dengan kombinasi pendanaan dari APBU (Anggaran Pendapatan dan Belanja Universitas), hibah pemerintah, dan kontribusi dari mitra industri.
Parallel dengan pengembangan infrastruktur, universitas juga meluncurkan program pengembangan SDM dosen yang komprehensif. Program ini meliputi beasiswa pendidikan doctoral di universitas-universitas terkemuka dunia, terutama melalui jejaring Muhammadiyah internasional. Seiring dengan itu, universitas juga menyediakan grant penelitian hingga 100 juta rupiah per tahun untuk setiap dosen yang mengajukan proposal penelitian berkualitas tinggi dengan fokus pada aplikasi industri.
“Kami percaya bahwa mutu pendidikan erat kaitannya dengan mutu dosen. Oleh karena itu, investasi pada pengembangan dosen adalah investasi pada masa depan universitas,” ungkap Rektor Hamid Mustofa saat mengumumkan alokasi anggaran untuk program pengembangan SDM tersebut.
Kemitraan dan Kolaborasi Strategis
Dalam rangka mempercepat pencapaian akreditasi internasional, Universitas Muhammadiyah Kendari telah membentuk beberapa kemitraan strategis. Kemitraan pertama adalah dengan International Engineering Alliance (IEA), sebuah organisasi yang mengakui kesetaraan gelar teknik di berbagai negara. Melalui kemitraan ini, universitas akan mengikuti program capacity building dan assessment untuk memastikan kesesuaian dengan standar internasional.
Kedua, universitas telah menjalin MOU (Memorandum of Understanding) dengan tiga universitas tetangga di kawasan ASEAN, yaitu Universitas Teknologi Petronas (Malaysia), Chiang Mai University (Thailand), dan Diponegoro University (Indonesia). Kolaborasi ini mencakup student exchange, faculty joint research, dan curriculum development sharing.
Ketiga, universitas telah membentuk Industry Advisory Board yang terdiri dari profesional senior dari berbagai perusahaan industri di Sulawesi Tenggara dan nasional. Board ini berperan memberikan masukan tentang relevansi kurikulum, kebutuhan kompetensi, dan peluang kolaborasi praktis bagi mahasiswa.
“Industri adalah mitra terbaik kami dalam memastikan bahwa pendidikan yang kami berikan relevan dan berkualitas. Dengan melibatkan industri dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran, kami dapat lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan pasar kerja,” jelas Dr. Siti Nurhayati, yang juga menjadi coordinator dari Industry Advisory Board.
Dampak dan Harapan
Program peningkatan mutu akademik ini diharapkan memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek (1-2 tahun), target yang ingin dicapai mencakup: penyelesaian revisi kurikulum yang terintegrasi dengan industri, peningkatan jumlah publikasi ilmiah dosen di jurnal internasional, penyelesaian pembangunan laboratorium fase pertama, dan peningkatan tingkat kepuasan mahasiswa menjadi di atas 85 persen.
Dalam jangka menengah (2-3 tahun), universitas menargetkan pencapaian akreditasi internasional dari ASEAN University Network (AUN-QA) untuk program Teknik Industri. Dalam jangka panjang (3-5 tahun), universitas berambisi untuk mencapai akreditasi ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology), yang merupakan standar tertinggi untuk program teknik di dunia.
Sebagai indikator kesuksesan, universitas juga menetapkan beberapa KPI (Key Performance Indicator) yang terukur dan dapat dipantau. KPI tersebut mencakup: tingkat kelulusan tepat waktu mahasiswa minimal 90 persen, tingkat penempatan kerja lulusan dalam enam bulan setelah kelulusan minimal 85 persen, rata-rata IPK lulusan minimal 3.2 dari 4.0, dan minimal 70 persen lulusan bekerja sesuai dengan bidang studi mereka.
Mahasiswa Teknik Industri tingkat akhir, Andi Pratama, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. “Sebagai mahasiswa Teknik Industri di Unismuh Kendari, saya sangat senang melihat universitas serius dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan program baru ini, saya merasa lebih siap untuk menghadapi dunia industri yang semakin kompetitif. Saya yakin bahwa gelar dari universitas kami akan semakin diakui, tidak hanya secara nasional tetapi juga internasional,” katanya dengan optimis.
Tantangan dan Komitmen
Meskipun program peningkatan mutu akademik ini dirancang dengan matang, universitas menyadari bahwa implementasinya akan menghadapi berbagai tantangan. Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya finansial, kebutuhan untuk mengubah mindset dan praktik internal yang sudah mapan, serta kompetisi dengan universitas lain dalam menarik dosen berkualitas tinggi.
Namun, Rektor Hamid Mustofa menegaskan komitmen penuh universitas terhadap program ini. “Peningkatan mutu akademik bukanlah inisiatif yang bersifat temporer atau hanya sekadar proyek. Ini adalah transformasi struktural dan kultural yang kami lakukan untuk jangka panjang. Kami akan terus beradaptasi, belajar, dan berinovasi untuk memastikan bahwa program ini berhasil mencapai tujuannya,” ujarnya dengan penuh determinasi.
Universitas juga telah membentuk Tim Manajemen Mutu yang bertanggung jawab untuk memantau, mengevaluasi, dan melaporkan perkembangan program secara berkala. Tim ini terdiri dari perwakilan dari berbagai unit akademik dan administratif, serta melibatkan stakeholder eksternal untuk memastikan akuntabilitas dan objektifitas.
Penutup dan Perspektif ke Depan
Program peningkatan mutu akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya untuk Departemen Teknik Industri, mencerminkan visi institusi untuk menjadi universitas terkemuka yang diakui secara regional dan internasional. Dengan komitmen terhadap peningkatan berkelanjutan, kemitraan strategis, dan investasi yang signifikan, universitas telah menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan ambisi ini.
Lanskap pendidikan tinggi di Indonesia terus berubah dan berkembang. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui program peningkatan mutu akademik ini, memposisikan dirinya sebagai institusi yang proaktif dan adaptif terhadap perubahan global. Keberhasilan program ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan universitas itu sendiri, tetapi juga bagi pengembangan sumber daya manusia berkualitas di Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara umum.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah dirancang dan komitmen yang ditunjukkan oleh seluruh stakeholder, prospek Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mencapai akreditasi internasional pada 2027 tidaklah mustahil. Perjalanan menuju akreditasi internasional ini merupakan bukti nyata dari dedikasi universitas untuk memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia Timur.
*(Artikel ini ditulis berdasarkan peluncuran resmi Program Peningkatan Mutu Akademik Universitas Muhamm